Rabu, 19 Agustus 2015

Apa Kabar Ekonomi Indonesia Bagian Timur Sekarang ?

Apa Kabar Ekonomi Indonesia Bagian Timur sekarang?

Ekonomi merupakan pilar yang sangat penting untuk membangun sebuah negara. Dan ekonomi merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan majunya sebuah Negara. Segala aspek yang terdapat dalam ekonomi baik dari segi makro maupun mikro sangat penting untuk ditelaah dan dilakukan, guna memajukan perekonomian sebuah Negara. Negara – Negara maju khususnya Amerika dan negara – negara di bagian Eropa, merupakan negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi dari rakyatnya. Hal ini sangat membuktikan bahwa ekonomi sangat penting dalam menentukan sebuah negara masuk kedalam kategori berkembang ataupun maju.
Dan bagaimana dengan Indonesia? Indonesia merupakan negara berkembang, hal tersebut memang pantas dikatakan untuk Indonesia. Karena, jika dilihat dari banyaknya penduduk di Indonesia tak seimbang dengan pendapatan perkapita yang dihasilkan oleh rakyat Indonesia. Ekonomi di Indonesia masih jauh dari kata baik. Ekonomi setiap wilayah di Indonesia juga tidak merata, antara KIT ( Kawasan Indonesia Timur ) dengan KIB ( Kawasan Indonesia Barat ) terdapat kesenjangan pembangunan ekonomi.Hal tersebut dikatakan oleh ketua DPD RI dalam pidatonya di sidang bersama DPR RI dan DPD RI 2015, ia mengatakan “Di sisi lain, negara kita juga menghadapi makin melebarnya kesenjangan pembangunan; seperti kesenjangan antar wilayah barat dan timur, kesenjangan antara kota dan desa, antara sektor ekonomi modern dan ekonomi rakyat, serta ketimpangan pendapatan yang mengkhawatirkan sebagaimana ditunjukkan makin membesarnya indeks Gini Rasio.
Kesenjangan pembangunan ekonomi antara Kawasan Indonesia Timur dengan Kawasan Indonesia Barat, memang sudah kita ketahui sejak lama. Dari dulu hingga sekarang, pemerintah belum bisa mengatasi masalah ini. Memang Kawasan Indonesia Timur yang meliputi wilayah Papua, NTB, NTT dan sekitarnya, memang mempunyai kondisi ekonomi yang memprihatinkan, bahkan dulu dapat dikatakan bahwa wilayah Indonesia bagian Timur, merupakan wilayah yang sangat miskin. Dan bagaimana kabar ekonomi wilayah Indonesia Timur sekarang ini ?
Meskipun wilayah Indonesia bagian Timur telah memperlihatkan laju pertumbuhan yang baik, namun tetap saja kondisi ekonomi Indonesia bagian Timur masih dapat dikatakan miskin. Dan perekonomian mereka sangat jauh tertinggal dari wilayah Indonesia bagian Barat. Hal tersebut dinyatakan oleh Kementrian Luar Negri Indonesia. Dia menyatakan angka pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian Timur adalah sebesar 5, 8 persen. Hal ini lebih lebih rendah jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia bagian Barat yang angkanya mencapai 50 persenan. Tentu sangat memprihatinkan kondisi Ekonomi wilayah Indonesia bagian Timur.
Mengapa ekonomi di wilayah Indonesia bagian Timur miskin dan tertinggal dari wilayah Indonesia bagian Barat ? mungkin banyak faktor yang mempengaruhinya, namun saya akan menjelaskan beberapa faktor saja. Satu, adanya kesenjangan antara wilayah Indonesia bagian Timur dengan wilayah Indonesia bagian Barat, terutama dalam bidang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi baik dalam segi industri maupun infrastrukturnya. Jika dilihat dari kondisi lapangan pekerjaan yang tersedia, wilayah Indonesia bagian Timur sangat tertinggal dari wilayah Indonesia bagian Barat. Akibatnya banyak terjadi migrasi ke wilayah Indonesia bagian Barat untuk mengadu nasib. Hal tersebut membuat ekonomi di wilayah Indonesia bagian Barat sedikit lebih maju dari wilayah Indonesia bagian Timur, meskipun banyak juga pengangguran dan keluarga miskin yang terdapat di wilayah Indonesia bagian Barat, akibat terjadinya migrasi yang menyebabkan kepadatan penduduk.
Dua,buruknya pendidikan yang ada di wilayah Indonesia bagian Timur. Pendidikan merupakan aset atau faktor yang sangat penting bagi setiap orang untuk nantinya menghasilkan ide – ide atau karya – karya yang berfungsi untuk memajukan perekonomian wilayahnya atau negaranya. Namun, tak dapat dipungikiri pendidikan di wilayah Indonesia bagian Timur sangatlah tertinggal kebelakang dibanding denga wilayah Indonesia lainnya. Oleh karena itu banyak anak – anak di wilayah Indonesia bagian Timur tak mendapat pendidikan yang selayaknya diberikan. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perekonomian di wilayah tersebut. Karena lapangan kerja yang diciptakan oleh warga sana tidaklah banyak, hal tersebut dikarenakan setiap induvidu dari warganya hanya mempunyai ilmu pendidikan yang sangat minim.
Tiga, bentuk geografis. Bentuk geografis wilayah Indonesia bagian Timur mempunyai wilayah kepulauan yang luas, ketersebaran pulau – pulaunya berada diwilayah yang luas. Hal tersebut mungkin memerlukan perhubungan antar satu pulau ke pulau yang lainnya, dengan pembuatan sarana dan prasarana pada bidang transportasi, sebagai akses untuk mengangkut atau mengantar hasil produksi ke konsumen agar berjalan dengan lancar dan benar, yang nantinya juga akan meningkatan pendapatan perkapita di wilayah tersebut.
Empat, adanya isolasi alam. Adanya isolasi alam ini menyebabkan banyaknya suku – suku ( atau kelompok – kelompok separatis )yang terdapat dalam wilayah tersebut. Suku – suku tersebut tidak mengikuti kehidupan manusia – manusia modern, mereka banyak yang tinggal di tepi – tepi hutan, dan tidak mengenal adanya teknologi – teknologi. Oleh karena itu, ekonomi diwilayah tersebut tidak maju akan teknologi dan informasinya.
Lima, kondisi alam. Terdapat wilayah – wilayah yang curah hujannya sangat rendah, alhasil hasil pertanian mereka tak begitu banyak. Contohnya Pulau Sumba, pulau tersebut memiliki penghasilan hanya 1/3 dari rata – rata penghasilan penduduknya.
Dan mungkin masih banyak lagi faktor -  faktor penghambat ekonomi di wilayah Indonesia bagian Timur. Namun sebenarnya jika dilihat dari Sumber Daya Alam di Kawasan Indonesia Timur yang subur dan melimpah, mungkin bisa saja Kawasan Indonesia Timur lebih maju dibandingkan Kawasan Indonesia Barat. Sektor – sektor sumber daya alam ( SDA ) yang ada di Kawasan Indonesia Timur yang dapat dimanfaatkan, diantaranya adalah :
1.      Sektor peternakan.
Sektor peternakan khususnya wilayah NTT dan NTB merupakan wilayah yang melimpah akan populasi sapi dan kerbaunya. Hal tersebut dikatakan oleh Fahri Hamzah selaku anggota DPR RI bidang kesejahteraan rakyat, dia mengatakan Sumbawa adalah pulau yang populasi kerbaunya masih terbilang cukup padat di didunia. Dan ia juga mengatakan :
Sejak zaman Pak Anton Apriantono...NTB mendeklarasikan BSS (Bumi Sejuta Sapi)...Ini adalah bagian dari program pemerintahan SBY untuk swasembada daging..”
Namun, hal tersebut mempunyai hambatan. Diantaranya adalah kurangnya modal dan sumber daya manusia. Walaupun pemerintah sudah memberikan dana hibah untuk sektor peternakan, tapi dalam kenyataannya masih belum efektif dimanfaatkan. Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Ir Syafruddin Nur, “ Hal ini terjadi karena terhambat masih kurangnya jumlah kelompok sasaran yang ditentukan untuk mendapatkan bibit ternak yang dibiayai dana hibah bantuan sosial Tahun 2013/2014 sekitar Rp 16 miliar, Sudah ditetapkan 380 kelompok petani peternak yang tersebar di 24 kecamatan, tapi masih kurang 60 kelompok.

2.      Sektor pertambangan
Tambang emas yang melimpah banyak terdapat wilayah – wilayah Kawasan Indonesia Timur. Terutama wilayah NTB, Papua dan Papua Barat. Wilayah – wilayah tersebut dapat dikatakan tambang emas terbesar di dunia. Namun sayangnya indeks pembangunan manusia di kedua daerah itu selalu berada di paling bawah., hal tersebut dikarenakan tidak adanya koordinir yang baik oleh pemerintah,dan masyarakat di wilayah tersebut, seperti yang dikatakan oleh Fahri Hamzah "Ini terjadi karena pembangunan yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan baik,"
begitu juga dikatakan oleh menteri Perindustrian, Saleh Husein dengan optimismenya terhadap industrialisasi diluar pulau Jawa, khususnya wilayah Timur, karena kekayaan sumber daya alamnya. Ia mengatakan “ mengingat wilayah Timur Indonesia sangat kaya dengan SDA, khususnya mineral dan hasil laut, maka saya memiliki keyakinan besar bawa industrialisasi di wilayah timur akan semakin berkembang pesat” namun SDA tersebut kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah dan warga didaerah tersebut. Kontribusi wilayah Papua, Maluku, NuSA Tenggara, dan Sulawesi terhadap nilai tambah sektor industri non-migas nasional relative sangat kecil yaitu sekitar, 2,78 % berbeda jauh dengan kontribusi di wilayah Jawa.

Banyak sekali sektor – sektor yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menunjang ekonomi di Kawasan Indonesia Timur. Namun memang kurangnya koordinasi yang baik antar pemerintah dengan warga disana, yang mengakibatkan kurangnya pemanfaatan yang maksimal terhadap sumber daya alam ya ada di Kawasa Indonesia Timur.

Dilihat dari pemaparan diatas tentang ekonomi di Kawasan Indonesia Timur dapat dilihat dengan jelas permasalahan ekonomi yang terjadi di Kawasan Indonesia Timur, yaitu “
1.      Adanya kesenjangan pembangunan ekonomi antar Kawasan Indonesia Timur dengan Kawasan Indonesia Barat. Pembangunan Ekonomi di Kawasan Indonesia Barat lebih maju dibandingkan Kawasan Indonesia Timur. Solusi untuk masalah ini adalah, seharusnya pemerintah harus menyetarakan pembangungan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Jadi di Kawasan Indonesia Timur dengan Kawasan Indonesi Barat harus sama rata. Jika dilihat sekarang Kawasan Indonesia Barat lebih maju dibandingkan Kawasan Indonesia Timur, oleh karena itu seharusnya pemerintah membuat kebijakan untuk melakukan pembangunan ekonomi yang berpusat di Kawasan Indonesia Timur.
2.      Kurangnya ilmu pengetahuan pada masyarakat di Kawasan Indonesia Timur, pendidikan di wilayah tersebut sangatlah minim. Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini adalah, seharusnya pemerintah memberikan sarana dan prasarana bantuan pendidikan, seperti memberikan tenaga – tenaga kerja ( guru ) dari Kawasan Indonesia Barat yang mempunyai ilmu pendidikan  tinggi. Dan juga mendirikan sekolah yang layak untuk warga – warga disana, terutama anak – anak, agar mereka mendapatkan ilmu, dan kelak mereka akan memanfaatkan ilmunya untuk membangun wilayahnya.
3.      Kurangnya akses – akses jalan ( infrastruktur ) serta transportasi yang sangat minim. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah, pemerintah seharusnya dengan menaikkan APBN untuk wilayah KIT melakukan pembangungan infrastruktur ( akses jalan transportasi ), berupa bandara, pelabuhan, serta stasiun, agar akses jalan untuk melakukan kegiatan ekonomi berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga kegiatan ekspor – impor tidak terkendala.
4.      Tak seimbangnya Sumber daya manusia dengan luas wilayah yang ada. Oleh karena banyaknya perpindahan penduduk di pulau Jawa, maka tenaga kerja yang ada di Kawasan Indonesia Timur sangatlah minim. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah melakukan tindakan transmigrasi kepada penduduk dari Pulau Jawa ke wilayah – wilayah yang ada di Kawasan Indonesia Timur untuk melakukan pemerataan penduduk. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi tenaga kerja yang dapat mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam di Papua, Sulawesi serta wilayah yang berada di sekitarnya.
Mungkin dengan dilakukannya solusi – solusi tersebut bisa membangun ekonomi di Kawasan Indonesia Timur menjadi lebih baik serta maju. Namun untuk melakukan solusi – solusi tersebut perlu adanya kesadaran pemerintah serta masyarakat yang tinggal di wilayah Kawasan Indonesia Timur. Jika kesadaran telah dibangun, dibutuhkan juga koordinasi yang baik untuk melakukan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Pemanfaatan yang efektif dan optimal terhadap Sumber daya alam yang melimpah pasti akan menghasilkan pendapatan – pendapatan dari bidang ekonomi yang nantinya juga  akan mendongkrak ekonomi di Kawasan Indonesia Timur, bahkan dapat mendongkrak ekonomi di Indonesia.